Sejarah BPK PENABUR Cianjur

Bermula dari berdirinya Taman Kanak-kanak, sejarah BPK PENABUR Cianjur dimulai. BPK PENABUR Cianjur sendiri baru berdiri enam bulan kemudian, tepatnya 26 November 1967 dengan diakuinya Sekolah Gereja Kristen Indonesia Djawa Barat.

Sejarah Singkat BPK PENABUR Cianjur
(1955) Majelis Jemaat GKI Djabar mengajukan surat usulan pendirian sekolah diajukan kepada Badan Pendidikan THKTKHKH Djawa Barat pada 20 Juni 1955 dengan nomor surat 824. Namun usaha ini mengalami kegagalan, karena belum dapat diterima oleh THKTKHKH Djawa Barat. Tidak lama kemudian, pada tahun 1960 majelis jemaat dalam suatu rapat memutuskan untuk membuka Taman Kanak-kanak. Untuk pengadaan guru yang mengajar, Majelis Jemaat GKI menugaskan Tan Kiem Yau dan Tjia Jam Bie untuk membicarakan dengan salah seorang anggota jemaat Gereja Kristen Pasundan yang saat itu menjadi Guru Sekolah Rakyat di sekolah negeri. Saat itu kegiatan belajar dan mengajar ditempatkan disamping gereja.

(1961) TK Kristen Cianjur didirikan pada 1 Agustus 1961, dengan siswa 45 anak. Pada awal berdiri belum ada kepala sekolah, hanya ada 2 orang guru yaitu Wiwi Rosfini dan Lies Eviana. Karena itu segala sesuatu yang menyangkut tugas administratif dikerjakan secara bersama-sama. Panitia Sekolah TKK terdiri dari Majelis Jemaat GKI Djabar dengan susunan sebagai berikut, Ketua : The Seng Tjiau, Sekretaris : Tjia Jam Bie, Bendahara : Liang Kiem Hoat, Penasihat : Tan Kiem Yau dan Tan Ben Nio. Baru pada tahun 1968 yayasan menunjuk Maryawati Cahyadi menjadi Kepala TKK Cianjur.

(1964) Sekolah Rakyat Kristen dibuka sebagai kelanjutan dari TKK. Selanjutnya, sejak 10 Oktober 1964 TKK dan SRK mulai memberanikan diri memakai nama Badan Pendidikan Kristen (BPK) Djabar meskipun Pengurus Harian BPK Djabar belum merestui. Saat itu nama yang digunakan adalah Sekolah Immanuel.

(1966) Pada 28 Maret 1966 Majelis Jemaat GKI Cianjur mengirimkan surat ke Pengurus Harian BPK Djabar untuk mengajukan diri menjadi bagian BPK Djabar dengan harapan sekolah dapat pindah dari areal gereja mengingat tempatnya sudah tidak memadai dan tidak mungkin ruang disamping gereja terus dijadikan sekolah, sementara jumlah murid waktu itu sudah cukup banyak, mencapai 41 siswa untuk TKK dan 31 siswa untuk kelas I dan II SRK.

(1967) Diakuinya Sekolah Gereja Kristen Indonesia Djawa Barat di Cianjur sebagai sekolah BPK Djawa Barat. Pada 11 November 1967 TKK dan SRK (atau SDK) pindah tempat ke bangunan bekas pabrik benang di belakang pabrik sabun cap “Jempol” merek Jun ¬†Hin yang dibeli seharga Rp 150.000,00 dari Tjoe To Tjioeng. Kemudian 22 April 1968 melalui SK Kepala Jawatan P dan K Jawa Barat No 155/SUBS/1968, SDK BPK Jabar Cianjur dinyatakan sebagai sekolah bersubsidi.

(1975) Mulai tahun ini BPK PENABUR Cianjur dapat dikatakan sebagai masa membangun gedung sekolah. Hal ini ditandai dengan peresmian gedung SMP Kristen Immanuel pada 8 Januari 1975 sebagai awal pembangunan sekolah di Jalan H.O.S. Cokroaminoto No.153 A, Cianjur. Dengan selesainya pembangunan gedung sekolah tersebut, dimulailah penerimaan siswa baru. Pada awal pembukaan menerima 32 siswa.

(1977) Gedung TKK roboh pada tahun 1977. Namun tidak lama kemudian atas usaha keras dari pengurus, pada awal Januari 1978 gedung yang baru berlantai dua mulai dapat dibangun di Jalan H.O.S. Cokroaminoto No.40B Cianjur.

(1978) Pengurus periode 1978-1980 dihadapkan pada dua pilihan yang sama pentingnya, yaitu antara peremajaan gedung SDK atau membeli tanah bekas pabrik sabun Jun Hin untuk perluasan kompleks sekolah. Namun, akhirnya pengurus dengan bantuan keuangan dari BPK Djabar, membeli sebidang tanah seluas 4.000 meter persegi, bekas kolam ikan di Jalan Barisan Banteng No.1, Cianjur. Pada 15 Januari 1988 dilakukan peletakan batu pertama yang diawali kebaktian syukur sebagai tanda dimulainya pembangunan gedung sekolah berlantai tiga yang akan dijadikan kompleks TKK, SDK, dan SMPK.

(1988) Pada Oktober 1988, gedung sekolah selesai dibangun, dan bulan berikutnya SD Kristen (sebelumnya Sekolah Rakyat Kristen) pindah menempati gedung baru tersebut, kemudian disusul oleh SMP Kristen yang pindah pada Desember 1988. Pada 3 Januari 1989, Drs. Djufrie N. Sentana, Ketua Umum BPK PENABUR, meresmikan gedung baru tersebut. Dua tahun kemudian, tepatnya 20 Juli 1991, gedung TKK-SMPK PENABUR diresmikan oleh Drs.Ruddy Koesnadi, Ketua Umum BPK PENABUR.

(1996) Sejak Tahun Pelajaran 1996-1997 dibuka Kelompok Bermain (play group) yang nantinya merupakan calon murid Taman Kanak-kanak, SD maupun SLTP.

(2002) Untuk menampung lulusan SMPK PENABUR, maka didirikanlah SMAK PENABUR Cianjur, diresmikan pada tanggal 27 Mei 2002.

(2006) Pada tahun ini diresmikan gedung aula dan kelas untuk mendukung kegiatan belajar dan mengajar di kompleks BPK PENABUR Cianjur. Diresmikan pada tanggal 16 September oleh Ketua Umum BPK PENABUR waktu itu, Ir. Robert Robianto.